Senin, 15 Juli 2013

Penyebab Korupsi

(Gambar diambil dari langkahkakidika.blogspot.com)

Penyebab Korupsi - Korupsi. Saya sebetulnya capek kalau menulis tentang hal yang satu itu. Mengapa? Ya tidak tahu mengapa, yang jelas saya kurang begitu suka. Namun untuk berbagi, saya ingin sedikit mengupas latar belakang yang membuat seseorang bertindak korupsi.

Korupsi seolah menjadi adat di Indonesia saat ini. Beragam elemen mulai dari yang paling bawah hingga paling atas, sudah sering kita dapati terlibat dalam kasus ini. Bahkan, di tingkat keluarga pun mungkin sudah kita jumpai.

Namun, apa saja yang melatar belakangi seseorang bertindak demikian. Berikut adalah penyebab seseorang bertindak korupsi (versi saya pribadi lho):

1. Tuntuan ekonomi.

Pada dasarnya, mungkin, semua bermula dari hal yang satu ini. Ketika jaman yang semakin pesat, tingkat relevansi antara pemasukkan dan pengeluaran mulai tidak sebanding, bukan tidak mungkin untuk melakukan korupsi. Karena cara yang satu ini, terbukti cukup ampuh mengurangi jurang kemiskinan dan mempertebal kantong.

2. Tuntutan Ekonomi.

Tuntutan ekonomi kembali menjadi biang keladi penyebab korupsi. Mengapa? Selain desakan finansial keluarga, hal lain adalah karena ingin menjaga gengsi. Ketika melihat teman lainnya kaya dengan normal (melalui kerja keras), maka dirinya terpancing untuk menjadi kaya. Karena tidak ingin melewati usaha keras, maka seseorang bakal melewai hal itu dan rela menempuh jalur singkat. Korupsi.

3. Tuntutan Ekonomi.

Lagi-lagi, hal ini menjadi momok mental masyarakat. Uang selalu dianggap segalanya (memang benar demikian). Maka, setiap orang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan baru mewah satu itu (hedonisme mungkin yah?). Capek dengan usaha yang telah dilakoni, beberapa orang akan berpikiran untuk memanfaatkan posisinya dengan melakukan korupsi.

4. Tuntutan Ekonomi.

Mengapa muncul sebab yang sama? Ketika sudah berkeluarga, mulai masuknya ajaran baru bagi sang anak, cicilan beberapa perlengkapan seolah mencekik, utang disana-sini, bagaimana mencari solusi yang tepat? Korupsi.


Nah, dari beberapa paparan tadi, hanya terdapat satu solusi dasar yakni memperkuat keimanan pada agama. Pesan moral melalui agama sangatlah kuat efeknya. Bukan bermaksud menggurui, maka dari itu, marilah (termasuk saya) mulai semakin mempertebal ajaran agama di diri masing-masing. Karena dalam agama apapun pasti tidak membenarkan seseorang untuk bertindak korupsi, baik untuk diri sendiri maupun golongannya.

Yuk, mari.



29 komentar:

  1. Ketika seseorang sudah menganggap uang dan gaya hidup sebagai Tuhan, saat itulah dia akan merasa bahwa korupsi itu halal

    BalasHapus
  2. intinya gk kuat iman itu mas bro :D
    buta karena uang berawal dari iman yg lemah :)

    BalasHapus
  3. awalnya mengambil dikit terus ketagihan.... apa mungkin tuntutan keluarga heheeh

    BalasHapus
  4. kalo gue msh bingung,knp org yg korupsi dibiarkan begitu saja,sedangkan org yg mling sendal dihukum?

    BalasHapus
  5. hehehe... kalau menurut saya sih "karena niat awal mereka menjadi pejabat negara adalah mencari uang untuk hidup" bukan niat mensejahtrakan rakyat.. makanya sering terjadi korupsi. lha wong niatnya saja nyari duit mas.. heheehehe

    BalasHapus
  6. Tuntutan ekonomi bukan salah satu penyebab utama korupsi sob, mereka melakukannya lebih dari sekedar itu. Bisa jadi karna sudah hoby, lah wong duitnya sudah milyaran saja masih korupsi, secara ekonomi berarti kan sudah mapan...

    Tapi bisa jadi kalo korupsinya cuma sepuluh dua puluh juta, disamping hobi juga karna ekonomi tuh hehe...nais sering sob...

    BalasHapus
  7. sebenarnya tuntutan ekonomi tak selamanya sebagai biang kerok penyebab terjadinya korupsi di negara kita. ada yang sudah kaya pun juga masih korupsi---kleptomania----keranjingan nyolong, eh ngambil harta milik orang lain, ada juga yang terbawa arus, maksudnya terbawa arus di sebuah instansi, dimana dari pembesarnya sudah korup, kebawah-bawahnya dipaksa korup oleh managemen dan system...bahkan ada yang nggak sadar bahwa dirinya sedang korupsi, misal pemberian bonus yang jumlahnya bisa ratusan juta----nggak kerja kok dikasih bonus----harusnya sadar dong ya........

    ahhh, masih banyak lagi alasan busuk kenapa banyak koruptor hidup di negara kita

    bila orangnya amanah, memegang teguh sumpah, kukuh pendirian---inshaALLOH deh, nggak ada lagi korupsi.

    kenapa para koruptor itu nggak dimiskinkan dan dihukum mati saja kayak di China ya?

    BalasHapus
  8. Hahahaa...
    yang di perbolehkan korupsi hanya kalangan menengah keatas... orang kecil kaya kita lg belajar sama mereka...

    saling sikat menyikat, tanpa pandang bulu... siapa cepat dia dapat ? lagune tony q

    BalasHapus
  9. Gk akan ada habisnya mas kalo ngomongin korupsi.. Menurut saya Kurangnya iman dalam diri seseorang untuk menjalankan amanah dari rakyat :(

    BalasHapus
  10. Korupsi, siapapun dengan latar belakang apapun bisa jadi pelaku. termasuk saya.

    BalasHapus
  11. Susah juga sih...sepanjg aji mumpung nya..blm di berantas...

    BalasHapus
  12. penyebab mendasar adalah tidak adanya ketaqwaan kpd Sang pemberi rezeki... *smile

    BalasHapus
  13. Korupsi saat ini bukan semata-mata karena tuntutan ekonomi, seperti kita lihat, orang2 yg terjerat korupsi hampir semuanya adalah orang yg sudah mapan dalam ekonominya, sebelum dia memperoleh jabatan.

    Korupsi di Indonesia adalah peninggalan dari jaman ORBA.

    BalasHapus
  14. jadi intinya tuntutan ekonomi ya gan :) oke makasih ya :)

    BalasHapus
  15. kalau masalah ekonomi sebagai tuntutan pasti turunannya ke kebutuhan, pangkas aja kebutuhan dan gaya hidup, kalau tidak punya uang buat beli motor ya jangan maksa,

    BalasHapus
  16. aku rasa bukan karena tuntutan ekonomi alasannya..
    bisa jadi juga karena hobby dan kemaruk.. liat aja org2 yg sdh kaya, masih juga korupsi untuk memperbanyak hartanya.. apa ga kemaruk tuh namanya..

    BalasHapus
  17. tidak adanya kepuasan diri itu yang paling pas om

    BalasHapus
  18. karena kurang membiasakan hidup sedrhana dan apa adanya...
    :P

    BalasHapus
  19. sebenarnya guru itu bisa korupsi gak sih mas

    BalasHapus
  20. korupsi di indonesia sudah menjadi tradisi tersendiri.

    BalasHapus
  21. Kalau menurut saya, maraknya korupsi di Indonesia karena orangnya masih labil (tidak punya pendirian). Begitu teman sekantornya korupsi, pasti dia akan ikut juga untuk berkorupsi.

    Seandainya banyak yang berpendirian untuk tidak korupsi, mungkin bangsa ini akan menjadi lebih baik :)

    BalasHapus
  22. ada benarnya juga pendapat tu mas

    BalasHapus
  23. Bukan hanya tuntutan ekonomi... Tapi terkadang karena juga ada kesempatan... Atau mungkin juga karena sudah menjadi budaya...

    BalasHapus
  24. agama doang ga cukup
    departemen agama malah masuk departemen terkorup
    kyai haji pada korupsi juga banyak
    malah bisa dibilang 99% koruptor itu orang beragama

    BalasHapus
  25. kalau menurut saya karena dasar ekonomi. Pasalnya koruptor itu dari golongan tinggi yang pendapatannya nggak sedikit.

    korupsi tidak lebih karena kerakusan dan ketamakan terhadap harta

    BalasHapus
  26. 'Budaya' yang sudah cukup mengakar kuat sejak lama. Membutuhkan komitmen bersama untuk memperbaikinya menuju masyarakat yang 'bersih'. Terus kampanyekan 'Aku Cinta Tanah Air Indonesia'. Salam cemerlang.

    BalasHapus
  27. korupsi di endonesia malah dibudidayakan melebihi budidaya yang lainnya...

    BalasHapus
  28. duit memang juooos.. om..

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih