SIM
Aku iseng nanya-nanya gak jelas pada beberapa dibeberapa keramaian. Yang kutanya hanya seputar kegunaan SIM (Surat Ijin Mengemudi) atau bahasa sononya Driving License. Beberapa orang memiliki SIM yang berbeda-beda. SIM A untuk mobil, SIM C untuk roda dua (Motor), SIM B untuk roda diatas 4 (truk dll). Kemudian kalau untuk bajaj, pakah ada SIMnya? Ditempatku gak ada Bajaj nih.
Pertama yang berhasil aku interogasi adalah tukang ojek di sekitar pasar, namanya Pak Ari
Aku : pak, sampeyan punya SIM itu sebenarnya untuk apa?
Pak Ari : ya biar gak kena semprit polisi tho mas!
Kemudian ada Bu Fitri, pedagang sayur-mayur yang menggunakan motor.
Aku : buat apa bu sebenarnya SIM itu buat anda?
Bu fitri : ya biar gak ditilang polisi tho mas.
Ada juga sopir angkot yang berhasil “kusergap”
Aku : buat apa tho pak SIM itu?
Pak Budi : ya biar aman Mas
Aku : lho, aman dari kecelakaan gitu tha pak?
Pk Budi : ya aman dari polisi mas.
Walah, ternyata semua jawaban berujung pada ketakutan polisi. Jadi selama ini, dari beberapa orang diatas, punya SIM itu untuk menghindari polisi. Freak.
SIM itu merupakan syarat wajib bila kita mengendarai kendaraan bermotor. Karena jalan raya milik publik, maka dibuatlah peraturan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, salah satunya harus memiliki SIM. Dan aku heran ketika banyak anak yang berseragam biru putih alias esempe yang sudah memiliki SIM. Padahal udah jelas, syarat utama untuk memiliki SIM adalah harus memiliki KTP, minimal usia 17 tahun lah. Nah, kalau murid-murid esempe tadi? Ya bisa saja sih, kalau anak esempe itu tidak naik kelas 10 kali.
Namun, dari kacamataku, pihak yang mengurus lisensi ini sudah mengalami kemajuan yakni mempertegas aturan yang telah ada. Jika memang usia belum 17 tahun dan belum memiliki KTP, maka dia belum berhak memiliki SIM. Bukan hanya itu, jika kesahatan seperti mata, jantung, asma, harus ada keterangan dokter yang lebih lanjut.
Aku rasa memang masih ada yang kurang dari SIM ini. Seperti kata banyak orang, di dalam SIM seharusnya disebutkan golongan darah si pemilik SIM. Nanti, bila kemungkinan buruk terjadi, dapat dengan cepat ditangani dengan tepat.
Jadi, aku menghimbau buat sodara-sodara, kalau memang usia anda sudah 17 tahun ke atas, maka segeralah mengurus SIM. Jangan karena takut pada polisi, takutlah pada jalan yang semakin ganas.





21 komentar:
Banyak pemahaman yang keliru, kalau misalnya SIM hanya takut pada polisi, mungkin itu perlu diluruskan, karena sebenarnya itu juga kebutuhan. Belum lagi, kalau penggunaan helm, kaca spion, dan kelengkapan lainnya juga dengan alasan takut pada polisi juga.. semua demi keamanan dan kenyamanan menurut saya.
Tapi, kalau membuat SIM, mbok jangan terlalu ribet proses dan syaratnya hehe..
karena takut ama pak polisi.. maka dalam pembuatan sim kadang dengan konsep "wani piro' he.he.he..
Klo Sim buat dapat uang bisa gak ya hehe...
semangat pagi sahabat lama tak bersua :)
klo kaga punya kendaraan, kaga kudu punye SIM kan ye :) hehhe
bikin SIM di sana lebih gampang dr di sini ya :)
SIM itu sebagai syarat mutlak pada seseorang untuk mengendarai kendaraan dijalan
surat izin mengemudi itu sim
yaitulah kalo bikin SIM tujuannya nggak bener.. jadi repot sendiri dan kadang melakukan banyak cara buat dapetin SIM dengan mudah..
kalo dulu saya bikin SIM soalnya buat meringankan beban orang tua... biar nggak nganterin sekolah lagi!
Senyum2 baca yg ini ..., "Ya bisa saja sih, kalau anak esempe itu tidak naik kelas 10 kali." Hahaha ... bisa aja ....
aq dl y smp kls 3 uda punya sim mase,,wkkwkwwwk
SM itu kayak label Halal dari MUI di makanan :))
didaerah kami bahkan anak sd boleh bawa motor ke sekolah dan para ortu yagn mengajari langsung...ntah bagaimana nasib anak bangsa ini,belum bisa bertanggung jawab sudah diberi kebebasan.....:(
Biasalah mas bro, ada kan SIM tembak :D
Kalo saya sih buat SIM karena emang udah peraturannya dan..yup, takut kena tilang juga, wkwkwkkw... :))
iya neeeeh
org2 pada takut ma polisi daripada yg laen
aaah polisi
sim itu surat ijin malak..malak orang yg gak bawa sim.
SIM ya, aku sampe sekarang belum punya SIM. Bukan karena gak takut sama polisi siy, atau karena hal lainnya. Cuma karena gak ada waktu buat bikin #ngeles.... hehehehe
ambil cuti dikantorku ribet siy, jadinya malas lama-lama jadi akut malasnya trus gak bikin SIM sampe sekarang.
simku malah sudah mati.
Ektp juga belum jadi, wah berabe nih :)
sekarang harus ujian praktek dan tanpa sogokan...bravoooo
Tur dek endi saiki jik pancet dek malang tah???
Tur nandi ae gak mbales komen
wah,,makanya kalo bkin cma nembak doank,,ga lwat ujian
Poskan Komentar