Jumat, 11 Desember 2015

Panduan Bisnis Properti Modal Cekak Bagi Pemula



Jika kebutuhan semakin banyak, pastilah kita harus pandai memanage uang kita.  Sederhananya, buat pemasukan kita lebih banyak ketimbang pengeluaran.

Dengan cara apa? Pertanyaan semacam ini pastinya sering menghantui kita.

Di luar sana sangat banyak bisnis yang menawarkan keuntungan berlipat. Namun, keuntungan ini bisa menjadi senjata makan tuan jika tidak berhati-hati.

Salah satu bisnis yang saat ini ramai dilakukan adalah bisnis property. Selain dapat memberikan keuntungan yang besar, bisnis ini jg sangat menjanjikan.

Lalu bagaimana jika kita kesulitan pada modal?  Terlebih bagi kita yang pemula?  Berikut tips nya:

1. Sulit modal, jadi makelar saja!



Tak punya modal bukan halangan untuk memulai bisnis kita di biidang property. Salah satunya adalah dengan menjadi makelar.

Istilah kerennya sih jadi agent property.  Dengan kata lain kita menjualkan property milik orang lain dengan jasa imbalan.

Besarnya jasa sendiri berbeda sesuai kesepakatan.

Misalnya kita berhasil menjualkan rumah atau tanah sebesar 1miliar, maka kita akan mendapatkan bonus bisa mencapai 1-2,5 persen dr harga jual. Artinya, kita bisa mendapat keuntungan hingga 25 juta dalam sekali jual.

Bayangkan saja,  Jika dalam 1 bulan kita sukses menjualkan beberapa rumah., tinggal total saja keuntungan kita.

So, mulailah jalan -jalan sambil melihat property yang akan kita prospek.

2. Sebaiknya jangan menaikkan harga dari si penjual



Inilah yang kebanyakan orang lain lakukan. Padahal, setiap pembeli dan penjual memiliki patokan berapa bonus jika kita menjualkan property.

Jika harga dinaikkan oleh kita sendiri, maka kita yang sulit. Untuk merebut hati calon pemberi.
Dengan demikian, maka calon pembeli akan kabur karena perbedaan harga jual yang tinggi.

3. Buat website atau socmed khusus



Di era digital sekarang, kurang afdol rasanya jika bisnis property maupun bisnis lainnya tidak melalui internet.

Dengan bantuan internet maupun social media lain seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau scmed lain, maka potensi terjual akan semakin tinggi. Ini disebabkan karena jangkauan lebih luas.

So, sudah siap untuk memulai bisnis property Anda?

BACA JUGA: Cara Membuat Tanda Tangan (Signature) di Gmail

Senin, 19 Oktober 2015

Final Piala Presiden, Ajang Pendewasaan Suporter

Piala Presiden 2015 akhirnya berhasil diraih oleh Persib Bandung usai membungkam Sriwijaya FC dengan skor 2-0, Minggu (18/10). Dua gol kemenangan tim berjulung Maung Bandung itu masing-masing dicetak oleh Achmad Jufrianto dan Makan Konate.



Yang lebih menarik perhatian saya dan tentunya bagi pecinta sepak bola Tanah Air adalah venue final ini diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sudah tak asing lagi apabila tensi suporter antara Viking/ Bobotoh (pendukung Persib) dan The Jak Mania (pendukung Persija Jakarta) sangat tinggi. Tak jarang, rivalitas kedua suporter ini sering menimbulkan korban.

#Rivalitas Viking/ Bobotoh Sudah Terjadi Sekian Lama



Entah bagaimana mulainya, yang jelas ketika saya sudah mengenal sepakbola dan suporter, kedua kelompok suporter ini memang sudah 'bermusuhan' sejak lama. Saya mencari-cari penyebab meletusnya permusuhan kedua suporter ini di google juga tidak menemukan sumber yang terpercaya.

Ketika liga nasional masih berjalan (sekarang terhenti karena suspend dari FIFA), tak jarang berita bentrokan antara Viking dengan The Jak, begitu juga dengan beberapa kelompok suporter lainnya.

Baca Juga: Nama-Nama Suporter Klub Sepakbola di Indonesia


#Pemilihan Lokasi Final yang Rawan




Pihak penyelenggara tentu memikirkan berbagai hal tentang lokasi penyelenggaraan final ini. Pihak panitia pastinya sudah mengetahui risiko apa saja yang akan terjadi jika dilakukan di Jakarta yang notabene merupakan basis pendukung The Jak Mania.

Saya menganggap keputusan tersebut terlalu berani dan berpotensi dapat terjadi kericuhan akibat rivalitas yang terjadi antara Viking dengan The Jak. Menurut timbang saya yang merupakan pengamat sepak bola abal-abal, keputusan mengambil lokasi di Jakarta hanya semakin memperkeruh tensi kedua kelompok suporter fanatik tersebut.

#Pengamanan yang Dianggap Lebay




Untuk mengatasi dugaan saya tadi, pihak panitia mengerahkan puluhan ribu petugas keamanan gabungan dari personil TNI dan Polri. Bahkan, setiap sudut stadion dan sekitarnya dijaga sangat ketat oleh aparat (meskipun beberapa suporter The Jak masih dapat berhasil masuk sekitar stadion).

Dengan pengamanan super ketat ini, tidak sedikit masyarakat di media sosial yang saya pantau menganggapnya terlalu lebay. Bahkan, siaga 1 yang ditetapkan di Jakarta dan puluhan ribu personil aparat sangat ironi dengan kondisi yang lebih gawat lainnya yang terjadi di nusantara, salah satunya kabut asap.

Menurut saya, pengamanan ini memang perlu dilakukan. Bagi kalian penggemar sepak bola dan menjadi salah satu pendukung fanatik klub sepakbola, pastinya kalian pernah merasakan bagaimana ancaman yang terjadi apabila kita masuk dalam area yang merupakan basis kelompok suporter. Dan bisa jadi nyawa yang menjadi taruhannya. Itulah para suporter.

#Setelah Digelar, Dugaan Saya Meleset Total




Dari yang saya ketahui, memang masih terjadi beberapa kasus anarkisme terhadap suporter. Namun bagi saya, ini adalah hal yang wajar terjadi mengingat Viking bertamu di kandang 'musuhnya'. Beruntung, tidak ada korban yang meninggal akibat beberapa tindakan anarkis tersebut.

Saya membaca beberapa berita dari media sosial yang menyebut bahwa Viking tidak terpancing emosi ketika di provokasi oleh kelompok suporter The Jak saat antre tiket di stadion. Begitu pula beberapa kelompok The Jak Mania yang mempersilahkan 'musuh' bebuyutannya tersebut bertanding di Jakarta. Ini merupakan salah satu bukti bahwa suporter klub sepak bola di Indonesia mulai belajar dewasa.

Ini tak lepas juga dari pengamanan ekstra ketat yang diberikan oleh pihak keamanan serta dukungan luar biasa yang diberikan oleh Wali Kota Bandung, Ridwal Kami, yang berkenan hadir langsung ke markas The Jak yang istilahnya untuk 'permisi'.

Semoga atmosfer suporter dan sepak bola di Indonesia semakin dewasa dan semakin baik ke depannya. Amin!

BACA JUGA: Wisata Sudah Oke, Macet Kini Jadi PR Utama Kota Batu

Sabtu, 17 Oktober 2015

Wisata Sudah Oke, Macet Kini Jadi PR Utama Kota Batu

Salah satu kota destinasi wisata di Jawa Timur saat ini tengah berbahagia, Kota Wisata Batu (Batu). Ya, sebuah kota kecil tersebut hari ini, 17 Oktober 2015, genap berusia 14 tahun (2001-2015).



Meski masih seumur jagung, Kota Batu menyulap diri menjadi kota wisata yang menjadi salah satu ikon wisata di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Setiap tahunnya, jutaan orang berbondong-bondong menikmati keindahan kota di kaki Gunung Panderman dan Arjuno ini.

Menjadi Magnet Para Wisatawan

Dulu, Batu adalah sebuah kecamatan yang tergabung dalam Kabupaten Malang. Berkat potensi yang dimilikinya, Batu akhirnya memisahkan diri dari Kabupaten Malang dan memilih untuk menjadi Kota. Meski begitu, Kota Batu masih termasuk dalam kesatuan wilayah Malang Raya (Wilayah Metropolitan Malang) bersama dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang.




Kota Batu terdiri dari 3 kecamatan, yakni Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Ketiga kecamatan ini masih dibagi lagi menjadi beberapa desa dan kelurahan yang masing-masing memilik potensi wisata dan pertanian.

Sejak dulu, Batu menjadi magnet tersendiri bagi industri wisata. Bahkan, dengan keindahan alam yang dimilikinya, bangsa Belanda menyamakan Batu dengan Swiss dan dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland  atau Swiss kecil.

Setelah menjadi kota otonom pada 2001, sektor pariwisata Kota Batu berkembang pesat. Kini, tercatat puluhan industri wisata hadir di Batu untuk memanjakan para wisatawan baik asing maupun lokal. 

Tempat wisata yang menarik banyak wisatawan di Kota Apel ini antara lain Jatim Park 1 & 2, Eco Green Park, Museum Angkut, Wisata Petik Apel, Paralayang, Gunung Panderman, Selecta, Wisata Air Panas Cangar, serta Alun-Alun Kota yang menjadi ikon Kota Batu.


Libur dan Macet

Dengan potensi yang dimilikinya, maka tak heran apabila musim liburan tiba kota ini selalu dipenuhi oleh ribuan manusia yang ingin menikmati keindahan alam dan wisata. Perekonomian warga Kota Batu pun menggeliat seiring berkembang pesatnya industri wisata di sini.

Meski demikian, bukan berarti perkembangan kota menjadi tanpa masalah. Masalah yang kemudian muncul adalah transportasi dan macet. Ya, ketika libur tiba banyak sekali kendaraan yang masuk ke Kota Batu.

Kondisi ini menyebabkan berjibunnya kendaraan di sepanjang wilayah Batu. Kemacetan pun terjadi di berbagai sudut kota. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah dinas terkait. 



Tak ingin tinggal diam melihat kemacetan yang terjadi, Pemerintah Kota Batu merencanakan berbagai solusi untuk memecah kemacetan apabila musim liburan tiba. Seperti membuat jalan alternatif dan poros. Memang sudah dilakukan, tapi tetap masih kurang karena volume kendaraan yang jauh lebih besar daripada kapasitas jalan. >> Macet

Kondisi ini memang saya sering rasakan ketika berada dan tinggal di Kota Batu. Karena itulah, saya berharap dinas terkait memperhatikan sektor ini agar wisatawan yang datang tidak dibuat pusing dan semakin nyaman ketika berkunjung di kota dingin ini.

Terlepas dari masalah tersebut, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-14 untuk Kota Wisata Batu, semoga jaya selalu. Amin.



Sabtu, 10 Oktober 2015

Kalau Menurut Saya sih Ini, Entah Kalau Menurut Kalian

Masyarakat Indonesia saat ini masih disibukkan oleh masalah kabut asap yang kian memprihatinkan. Namun, pada pekan kedua bulan Oktober 2015 ini, ada kabar baik yaitu rupiah menguat terhadap dollar Amerika. Apa saja yang terjadi dalam minggu ini?






Kabut Asap Jadi Headline

Kabut asap sepertinya masih menjadi sorotan pekan ini. Terlebih ketika salah satu surat kabar di Indonesia, Republika, menjadikan headline mereka di desain menyerupai asap. Sehingga teks di halaman depan tersebut seolah-olah tertutupi oleh kabut asap.



Tentunya, ini seolah menjadi tamparan bagi pemerintah yang terus menghadapi tekanan mengenai kabut asap. Banyak pihak menilai, pemerintah lamban dalam merespon bencana kabut asap. Bahkan, kabut asap ini pun disebut mengalahkan penurunan harga BBM yang dilakukan pemerintah pekan ini.

Bukan hanya koran, sebuah televisi swasta nasional juga disebut mengikuti gaya seperti yang dilakukan harian republika. Beruntung, televisi tersebut masih menggunakan kabut asap dan bukan LUMPUR!

BACA JUGA: Bukan Hanya Sumatera atau Kalimantan, Asap Juga Berhasil Bungkam Koran

Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Pada Anak



Saat melihat kabar ini di sebuah media online, saya kurang begitu percaya. Dan mungkin berita ini adalah datang dari negara asing. Ya, PNF ditemukan sudah tidak bernyawa dan jasadnya diletakkan dalam kardus. Sungguh tega bener ini pelakunya.

Bukan hanya membunuh, pelaku juga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban yang masih berumur 9 tahun tersebut sebelum membunuhnya. Ya Tuhan, semakin bejat saja moral-moral orang ini. 


Rupiah Menunjukkan Tren Positif



Setelah beberapa pekan kurs rupiah terus melemah terhadap dollar, pada pekan ini menunjukkan bahwa rupiah mulai melejit. Ya, nilai tukar rupiah terhadap dollar pekan ini ditutup menembus angka Rp 13.412/ US. Menurut para pengamat, ada beberapa faktor yang menyebabkan menguatnya nilai tukar rupiah ini, antara lain;

1. Respon lanjutan dari kebijakan paket ekonomi jilid 3 yang dikeluarkan oleh pemerintah
2. Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi ke pasar (dilihat dari cadangan devisa yang turun)
3. Bukan hanya rupiah, semua mata uang juga kuat terhadap dollar karena suku bunga Bank Sentral Amerika (Fed Rate) kabarnya tidak akan dinaikkan tahun ini.


Semoga dengan kembali menguatnya nilai tukar rupiah akan mendorong industri di Tanah Air. Aku Cinta Indonesia. Kalau ada yang kurang yang mohon dimaapkan, kalau ada yang lebih juga mohon maap.

Happy weekend!



Kamis, 08 Oktober 2015

Bukan Hanya Sumatera atau Kalimantan, Asap Juga Berhasil Bungkam Koran

Sebagian wilayah di Indonesia sedang dipenuhi oleh kabut asap. Bahkan hari ini, sebuah koran Tanah Air, Republika menutupi headlin-nya dengan tema kabut asap. Bukan tema sih, tapi asapnya yang menutupi koran. Mengapa koran ini begitu 'berani' menerapkannya di halaman depan? Mari coba saya telusuri.



Kabut Asap, Budaya Laten yang Tak Kunjung Berakhir

Bencana kabut asap sepertinya sudah menjadi berita musiman. Hampir (mungkin) tiap tahun beberapa wilayah di Indonesia seperti Sumatera dan Kalimantan selalu mengalaminya. Bahkan, kabut asap dari Indonesia ini sudah menyebar hingga negeri tetangga. Kenapa bisa terjadi hampir tiap tahun?

Dulu, ketika saya masih SD atau SMP, pernah dikatakan bahwa asap yang terjadi adalah akibat kebakaran hutan karena lahan gambut. Lahan gambut sendiri disebut adalah tanah yang mudah terbakar. Kenapa mudah terbakar? Coba searching sendiri di google yak.

Karena saya tidak tinggal di wilayah yang jenis tanahnya tanah gambut, maka saya mentah-mentah percaya oleh doktrin tersebut. Memang benar bahwa tanah gambut sering dikatakan sebagai kambing hitam kabut asap. Tapi apa benar hanya ini saja? TIDAK.

Baca Juga: PENYEBAB KABUT ASAP DI RIAU



Kebakaran hutan yang menjadi pemicu kabut asap ternyata dapat dipicu oleh praktik-praktik nakal, baik itu oknum pejabat, pengusaha, atau masyarakatnya. Ya, hutan gambut adalah lahan strategis untuk dijadikan perkebunan, seperti kelapa sawit. Karena itu, banyak oknum yang mencoba mengubah lahan/ hutan gambut sebagai perkebunan dengan cara dibakar.

Ketika lahan gambut semakin hilang, maka akan banyak dampak dari perubahan iklim karena banyak karbon dilepaskan ke atmosfer. Seperti kekeringan, kebakaran dan sulit dipadamkan, hingga banjir. Ujung-ujungnya, warga yang bisa terkena berbagai penyakit. Lantas, praktek liar ini kenapa terus terjadi? Inilah yang menjadi tugas masyarakat dan PEMERINTAH.

Hukum Santai, Pembalak Semakin Kalap

Bencana kabut asap hampir dapat dipastikan akan terjadi tiap tahunnya karena ulah oknum-oknum nakal. Inilah yang seharusnya menjadi patokan PEMERINTAH untuk menanggulanginya. Selama ini, mungkin PEMERINTAH hanya sebatas mengatasi dengan cara pemadaman besar-besaran dan tidak benar-benar ingin tahu mengapa ini bisa terjadi.

Simak juga "PANTURA, NEVER ENDING STORY"



Semestinya, bukan hanya pemadaman, ayolah PEMERINTAH bertindak tegas dengan oknum-oknum nakal ini. Masalah di negeri gemah ripah loh jinawi ini memang begitu komplek. Tapi masalah akan semakin runyam jika tidak mencari akar permasalahan. Ayo pemerintah, kalian harus berani bertindak tegas pada pembalak liar. Jadi, jangan lagi kambing hitamkan gambut sebagai pemicu KABUT ASAP, tapi carilah kambing hitam yang sebenarnya.

Penurunan Harga BBM-pun Bukan Permasalahan yang Dibutuhkan

Kemarin, 7 Oktober 2015, pemerintah akhirnya menurunkan harga BBM dan juga listrik. Kabar 'baik' ini dijadikan headline oleh sebuah koran karena berita ini akan menjadi buah bibir banyak pihak. Tujuan kebijakan ini sendiri adalah untuk mendorong pergerakan industri di tengah melemahnya kurs rupiah terhadap mata uang asing, dollar terutama.



Tapi apa yang dilakukan koran ini? Mereka justru menutupi headline mereka tersebut dengan samar-samar seolah berbentuk seperti asap. Ini seolah menjadi kritik pedas bagi PEMERINTAH yang selama ini terkesan tak banyak bergerak menangani kabut asap.

>> Bagaimana Nasib Koran?

Mungkin, maksud dari koran ini adalah untuk menyatakan pada pemerintah bahwa bencana Kabut Asap ini masih lebih penting ketimbang penurunan harga BBM dan listrik. Sudah beberapa bulan ini asap belum juga berhenti menghantui wilayah Sumatera dan Kalimantan. Selain kenyamanan, kabut asap juga menimbulkan penyakit yang berbahaya. Bahkan, dari beberapa kabar di media sosial, telah banyak orang yang jatuh sakit karena asap.



Bukan hanya pada manusia, flora dan fauna akan terancam keberadaannya jika kabut asap ini dibiarkan terus. Bukan hanya PEMERINTAH, mari semua warga saling bekerja sama untuk menjaga lingkungan yang lebih baik.

‪#‎MelawanAsap‬ ‪#‎SaveForest‬ ‪#‎SelamatkanHarimau‬ ‪#‎SelamatkanGajah‬ ‪#‎LangitBiru‬ ‪#‎Indonesia‬

BACA JUGA: CARI TAHU YUK KENAPA NILAI TUKAR RUPIAH SEMAKIN MEROSOT

Rabu, 07 Oktober 2015

Ekspansi MatahariMall Bikin Ngeri Para Pesaing

Dunia digital sudah tidak asing lagi bagi masyarakat modern seperti sekarang. Mulai dari transportasi, belanja, atau aktivitas apapun dapat dengan mudah dilakukan hanya bermodalkan koneksi internet. Saat berbelanja, seperti di MatahariMall, kini cukup dengan menggunakan handphone Anda.



Matahari sebelumnya dikenal sebagai retail yang melekat di benak masyarakat dengan harga murah dan banjir diskon. Menghadapi kuatnya media online saat ini, akhirnya Lippo Group sebagai perusahaan yang menaungi Matahari akhirnya berekspansi dengan membuat Matahari versi online, MatahariMall.

MatahariMall sendiri mulai dicanangkan sekitar akhir bulan Februari 2015 dan resmi diluncurkan pada September lalu. Belanja berbagai kebutuhan fashion seperti pakaian, celana, tas, dan aksesoris lainnya kini dapat dilakukan hanya dengan hp dengan mengunduh aplikasi yang tersedia. Bukan itu saja, berbagai perlengkapan seperti elektronik, kebutuhan rumah tangga, buku, juga tersedia di MatahariMall.

Memang, retail offline mereka masih berjalan hingga saat ini. Namun, melihat pesatnya dunia digital, maka Matahari juga tidak ingin ketinggalan untuk membuat versi online. Dengan diluncurkannya versi online, MatahariMall kini menjadi semakin dekat dengan masyarakat.

Mudahkan Customer, Kini MatahariMall Lebih Lengkap dan Update



Tidak serta merta hanya ingin melengkapi dunia ecommerce Indonesia, ekspansi MatahariMall juga bertujuan untuk semakin memantapkan nama mereka sebagai raja ritel di Indonesia. Untuk mewujudkannya, MatahariMall menyediakan kebutuhan yang lebih lengkap dari versi offline mereka.

Tidak hanya lebih lengkap, MatahariMall juga selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang prima serta kebutuhan-kebutuhan terkini. Jika sebelumnya Matahari dikenal sebagai raja di bidang fashion, dengan MatahariMall kini mereka ingin merebut pasar dengan menghadirkan produk yang lebih lengkap. Seperti gadget, elektronik, hingga buku bisa didapat dengan berbelanja di MatahariMall.

Persaingan Ketat, MatahariMall Tak Ragu Obral Diskon



Tentunya, kehadiran MatahariMall semakin mewarnai dunia ecommerce di Indonesia. Sebelumnya telah hadir berbagai ecommerce yang sudah lebih dulu merebut pasar digital Tanah Air. Selain dari pengusaha lokal, ecommerce Indonesia juga tak luput dari pengusaha asing, bahkan bisa jadi mereka yang lebih dulu memasuki pasar Indonesia.

Meski mata uang rupiah masih belum stabil terhadap dollar, namun konsumen Indonesia masih menggeliat di pangsa digital. Karena itulah, pengusaha asing menjadikan Indonesia sebagai pasar yang strategis bagi usaha mereka di bidang digital. Konsep inilah yang juga dilakukan oleh MatahariMall.

Tidak cukup sulit bagi MatahariMall untuk meraih pasarnya. Ini tak lepas dari nama mereka yang sebelumnya menjadi raja di bidang ritel offline. Untuk melengkapi dan membahagiakan pasarnya, pihak Matahari tak segan untuk memberikan obral diskon. Hal ini dibuktikan dengan peluncurannya dibarengi dengan gebyar diskon SuperSeptember.



Dengan diluncurkannya MatahariMall, kini masyarakat lebih dimudahkan untuk aktivitas belanja mereka guna memenuhi kebutuhan fashion dan kebutuhan sehari-hari lain. Sudahkah Anda berbelanja di MatahariMall hari ini?

BACA JUGA: ARTI 11 SEPTEMBER BAGI INDONESIA